CIANJUR | Ini Digital Network— Pinjam uang awalnya terasa seperti mendapat angin segar. Namun, ketika cicilan mulai mengejar, kepala bisa ikut berputar. Niatnya menyelamatkan dapur agar tetap ngebul, eh, rumah tangga malah ikut panas!
Melihat persoalan itu, Forum Pembela Korban Kosipa dan Rentenir (FPK2R) hadir untuk mendampingi masyarakat yang menghadapi masalah pinjaman berbunga tinggi, termasuk dugaan praktik koperasi simpan pinjam ilegal, bank emok, dan rentenir.

Ketua FPK2R, Asep Setiawan alias Darul, menilai kemudahan memperoleh pinjaman terkadang membuat masyarakat lupa menghitung risiko. Akibatnya, bukan cuma dompet yang menipis, hubungan suami istri hingga persaudaraan pun bisa ikut terkuras.
Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun forum, terdapat dugaan persoalan penagihan yang mengarah pada pelecehan terhadap peminjam. Jika benar terjadi, persoalan tersebut tentu tidak bisa dianggap sekadar urusan cicilan.
Belum lagi sistem tanggung renteng. Gara-gara satu orang tersendat membayar, anggota kelompok bisa ikut pusing. Tetangga yang biasanya saling menyapa, mendadak bisa saling pasang muka.
Karena itu, FPK2R membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Forum akan mengupayakan penyelesaian melalui musyawarah dengan pihak pemberi pinjaman agar ditemukan kesepakatan yang adil dan meringankan kedua belah pihak.

Jika musyawarah mentok alias tidak menemukan titik temu, FPK2R akan mengarahkan pendampingan melalui lembaga bantuan hukum (LBH) yang telah bekerja sama, termasuk langkah somasi hingga pelaporan kepada pihak berwenang jika ditemukan dugaan pelanggaran.
“Tujuan forum ini mencari solusi, bukan menambah masalah. Yang sudah pusing memikirkan cicilan jangan sampai tambah pusing mencari jalan keluar sendirian,” kata ketua FPK2R.
Forum yang dipimpin Asep Setiawan alias Darul sebagai ketua dan Dimas Agustya sebagai sekretaris ini berharap masyarakat lebih cermat sebelum meminjam uang.
Sebab, pinjaman boleh menjadi solusi saat kebutuhan mendesak, tetapi jangan sampai uang yang dipinjam hari ini berubah menjadi drama berkepanjangan esok hari. Ingat, cicilan memang punya tanggal jatuh tempo, tetapi ketenangan keluarga juga perlu dijaga setiap waktu.***



















