SINDANGBARANG | IniRedaksi.com – Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, sudah menyatakan mundur dari jabatan.
Tapi jangan buru-buru mengira kursi mereka sudah kosong.

Sebab, dalam urusan pemerintahan, rupanya kata “mundur” punya perjalanan yang lumayan panjang. Mulut sudah mengucapkan, tetapi surat administrasinya masih harus menempuh perjalanan dari meja ke meja.
Pernyataan mundur itu disampaikan Kades dan Sekdes Muaracikadu ketika aksi unjuk rasa berlangsung di kantor Pemdes setempat.
Kepala Bidang Bina Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendi Reynaldi, mengatakan pengunduran diri tersebut masih sebatas pernyataan lisan.
“Pengunduran diri masih sebatas lisan,” kata Dendi pada awak media, Kamis (24/9/2026).
Dengan kata lain, urusannya belum selesai hanya dengan mengucapkan kalimat sakti “Saya mengundurkan diri.”
Masih ada episode berikutnya.
Menurut Dendi, proses administrasi terlebih dahulu harus melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD). BPD kemudian menyampaikan surat kepada Bupati Cianjur melalui Camat.
“BPD terlebih dahulu bersurat ke Bupati melalui Camat,” ujarnya.
Setelah itu, Camat menyampaikan informasi mengenai pengunduran diri tersebut untuk diproses sesuai ketentuan.
Tahap akhirnya berada di tangan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian melalui Keputusan Bupati mengenai pemberhentian.
“Camat memberikan informasi mengenai pengunduran diri Kades dan Sekdes, kemudian diproses keputusan pemberhentiannya melalui Keputusan Bupati,” kata Dendi.
Jadi, untuk sementara, Kades dan Sekdes Muaracikadu memang sudah menyatakan mundur. Namun secara administrasi, keduanya masih harus menunggu proses berjalan.
Kalau diibaratkan perjalanan, mereka sudah bilang ingin turun dari kendaraan. Namun kendaraannya belum benar-benar berhenti di tujuan.
Atau dalam bahasa yang lebih sederhana: yang sudah mundur baru ucapannya, sementara suratnya masih harus jalan.
Dan seperti biasa, dalam dunia birokrasi, perjalanan surat kadang tidak kalah penting dengan perjalanan orangnya.***


















