JAKARTA | IniRedaksi.com— Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) akan menggelar Muktamar VIII pada Sabtu, 19 September 2026, di Hotel Maxone Jakarta. Forum tertinggi organisasi tersebut akan menjadi momentum konsolidasi nasional sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat islah keluarga besar IPHI.
Ketua Panitia Muktamar VIII IPHI, H. Gatot Salahudin, mengatakan muktamar tidak hanya menjalankan agenda konstitusional lima tahunan, tetapi juga menjadi forum untuk memperkuat persatuan dan menyatukan kembali seluruh elemen organisasi.

“Dengan semangat islah, Muktamar VIII menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi nasional, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan semangat persaudaraan seluruh keluarga besar IPHI,” ujar Gatot.
Muktamar VIII diproyeksikan diikuti sekitar 300 peserta. Mereka terdiri atas Pengurus Pusat, utusan Pengurus Wilayah IPHI dari berbagai provinsi, serta utusan dan perwakilan Pengurus Daerah kabupaten/kota.
Sekitar 30 pimpinan wilayah dari berbagai provinsi akan terlibat dalam proses pengambilan keputusan organisasi bersama perwakilan pimpinan daerah.
Panitia menyebut konsolidasi organisasi telah berjalan melalui sejumlah forum, termasuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Sekretariat Muktamar juga telah menerima sejumlah surat mandat dari jajaran IPHI daerah.
Muktamar VIII memiliki sejumlah agenda strategis, antara lain mengevaluasi perjalanan pengabdian IPHI selama lima tahun, meningkatkan komunikasi dan konsolidasi organisasi, serta menetapkan kebijakan dan program aksi untuk kemaslahatan umat.
Forum tersebut juga akan menyempurnakan dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menerima pertanggungjawaban Pengurus Pusat IPHI, menetapkan Program Umum IPHI periode 2026–2031, serta memilih dan menetapkan Ketua Umum Pengurus Pusat dan Formatur Muktamar.
Ketua Steering Committee (SC) Muktamar VIII, Dra. Hj. Nurhasanah AJ, mengatakan keputusan muktamar akan menjadi dasar perjalanan organisasi untuk lima tahun mendatang.
“Keputusan Muktamar VIII akan menentukan arah perjalanan IPHI untuk lima tahun mendatang sekaligus merumuskan kontribusi organisasi terhadap berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI, Mayjen TNI (Pur) Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si., mengatakan muktamar menjadi momentum untuk menjawab berbagai tantangan organisasi, baik dari dalam maupun luar.
Menurutnya, IPHI perlu memperkuat pembinaan dan pengembangan organisasi serta mengoptimalkan potensi jamaah haji sebagai kekuatan moral, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan bangsa.
“Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang dilaksanakan secara reguler setiap lima tahun perlu dilakukan untuk menjawab tantangan luar dan dalam dengan semangat Lillahi Ta’ala untuk mewujudkan visi dan misi IPHI,” ujar Ahmad Yani Basuki.
Sekjen PP IPHI Dr. H. Abidinsyah Siregar, MBA, MKes, menyampaikan Muktamar VIII mengusung tema “Dengan Kemabruran Haji Kita Teguhkan Tekad dan Semangat Pengabdian Terbaik, Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.”
Tema tersebut menekankan bahwa kemabruran haji tidak berhenti setelah pelaksanaan ibadah haji, tetapi perlu diwujudkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Melalui semangat Haji Mabrur Sepanjang Hayat, IPHI akan memperkuat kontribusi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketakwaan, dan ukhuwah sebagai bagian dari dakwah bilhal.
Muktamar VIII juga diharapkan menjadi titik temu seluruh kekuatan IPHI untuk memperkuat persaudaraan, mengakhiri berbagai perbedaan internal, serta mengembalikan energi organisasi pada tujuan pengabdian dan kemaslahatan umat. (*)
Editor : D. Hendra



















