CIANJUR | IniRedaksi.com— Seorang siswa berinisial AJ mengaku tidak pernah menerima dana Program Indonesia Pintar (PIP), meski namanya tercatat sebagai penerima bantuan pada 2021 dan 2023 di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
AJ mengatakan, informasi tersebut baru diketahuinya setelah melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan memeriksa data melalui aplikasi SIPINTAR. Ia mengaku tidak pernah menerima uang bantuan maupun melihat buku tabungan terkait penyaluran PIP.

AJ juga menyebut dirinya dan kakaknya sama-sama disebut memperoleh bantuan. Namun, menurut pengakuannya, pihak sekolah saat itu menyampaikan bahwa bantuan hanya diberikan kepada salah satu dari mereka.
Menanggapi hal tersebut, kepala sekolah menyatakan pihaknya perlu memeriksa dokumen sekolah dan data pencairan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memastikan status bantuan atas nama AJ.
“Kami pihak sekolah harus mengecek data buku sekolah dan datang ke Bank BRI untuk memastikan data anak tersebut. Kami minta waktu satu minggu untuk mengecek data di sekolah dan data di bank,” demikian keterangan kepala sekolah melalui WhatsApp. Senin (19/10/2016)
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mencocokkan data penerima dengan catatan pencairan dana.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil verifikasi yang memastikan apakah dana PIP atas nama AJ telah dicairkan, siapa penerima pencairannya, dan apa penyebab siswa mengaku tidak pernah menerima bantuan.
Namun dari dari bukti yang didapat nama AJ tercantum pada aplikasi SIPINTAR.
Klarifikasi dari pihak sekolah, BRI, serta instansi pendidikan terkait diperlukan untuk memastikan fakta kejelasan mengenai status bantuan tersebut. (Tim)***



















