Cianjur – IniRedaksi.com – Peringatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sadaryono agar pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperhatikan kebersihan dan tata kelola limbah kembali relevan. Di Kabupaten Cianjur, warga Kecamatan Pacet justru mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari saluran pembuangan limbah salah satu dapur SPPG.
Keluhan warga tersebut mencuat pada Minggu, 4 Oktober 2026. Bau disebut semakin menyengat ketika cuaca panas dan mengganggu kenyamanan warga yang setiap hari melintasi jalan di sekitar lokasi.

Warga menduga limbah dari aktivitas dapur dialirkan melalui paralon menuju drainase umum. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai optimalisasi fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur SPPG tersebut.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, bau dari saluran pembuangan cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami tidak mempersoalkan adanya dapur ini, tetapi jangan sampai aktivitasnya justru mencemari lingkungan warga. Bau dari drainase tentu mengganggu aktivitas kami,” keluhnya.
Menurut warga, persoalan tersebut telah dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, keluhan disebut sudah beberapa kali disampaikan kepada perangkat desa maupun pihak terkait.
Namun, hingga kini penanganan yang dilakukan dinilai belum memberikan hasil maksimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pengelolaan dapur SPPG bukan hanya berkaitan dengan proses penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menyangkut kebersihan, sanitasi dan pengelolaan limbah.
Sebelumnya, Kepala BGN Sadaryono telah mengingatkan pengelola dapur SPPG agar tidak mengabaikan aspek kebersihan dan tata kelola dapur. Termasuk memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berfungsi secara optimal.
Karena itu, warga meminta pengelola SPPG dan instansi terkait tidak hanya melihat persoalan dari sisi produksi makanan, tetapi juga memastikan limbah yang dihasilkan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Warga berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap saluran pembuangan dan sistem IPAL di dapur SPPG tersebut. Jika ditemukan persoalan teknis, perbaikan dinilai perlu segera dilakukan agar keluhan warga tidak terus berulang.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menghadirkan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga berjalan dengan tata kelola yang bersih, sehat dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat di sekitar dapur SPPG. ***



















